SELF ACCEPTANCE PADA LANSIA DENGAN ULKUS DIABETIKUM : STUDI DI KLINIK MEILIA PASEAN PAMEKASAN
DOI:
https://doi.org/10.35720/s1kep.v10i2.184Keywords:
Self Acceptance, Lansia, Ulkus DiabetikumAbstract
Latar belakang: Self acceptance merupakan salah satu aspek psikologis penting dalam menunjang proses penyembuhan pasien dengan penyakit kronis seperti ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum Adalah komplikasi serius dari diabetes melitus yang dapat memengaruhi aspek fisik, psikologis, dan social lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self acceptance pada lansia yang menderita ulkus diabetikum di Klinik Meilia Pasean Pamekasan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dengan ulkus diabetikum yang berjumlah 53 orang, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Berger’s Self Acceptance Scale yang telah dimodifikasi.
Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki penerimaan diri dalam kategori sedang sebanyak 49 orang (92%), dan sebagian kecil memiliki penerimaan diri tinggi sebanyak 4 orang (8%). Tidak ditemukan responden dengan tingkat penerimaan diri rendah.
Kesimpulan : Hampir semua lansia dengan ulkus diabetikum di Klinik Meilia Pasean Pamekasan memiliki tingkat self asseptance yang sedang.





