HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO
DOI:
https://doi.org/10.35720/s1kep.v10i2.180Keywords:
Chronic Kidney Disease, Hemodialisis, Kualitas hidup, Self-efficacyAbstract
Latar belakang: Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kondisi klinis di mana fungsi ginjal menurun selama 3 bulan atau lebih. Pasien CKD yang menjalani hemodialisis berisiko mengalami penurunan kualitas hidup akibat beban fisik dan psikologis. Efikasi diri memainkan peran penting dalam membantu pasien mengatasi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara Self-efficacy dan kualitas hidup, berdasarkan domain WHOQOL-BREF, pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode Cross-Sectional. Jumlah responden sebanyak 49 orang, dikumpulkan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Self-efficacy for Managing Chronic Disease dan instrumen WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho untuk menguji korelasi antar variabel.
Hasil: Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rho, diperoleh nilai korelasi (correlation coefficient) antara self-efficacy dengan kualitas hidup sebesar 0,635 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar <0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan positif antara self-efficacy dengan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSI Purwoketo
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy berperan penting dalam mendukung kualitas hidup pasien hemodialisis. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan efikasi diri harus menjadi bagian integral dari perawatan pasien PGK.





